Explore
Online premiere of Dismantled: A Scientific Deconstruction of the Theory of Evolution
Watch for free here between 12 AM October 9th - 11:59 PM October 11th EDT!
Also Available in:

Tanaman “Mendengar”!

oleh
Penerjemah Darwin Pangaribuan

plants-are-listening

Sebuah rilis berita dari University of Western Australia mengumumkan bahwa “tanaman memiliki indera yang lebih kompleks dan berkembang daripada yang kita duga” dengan kemampuan untuk mendeteksi dan menanggapi suara.1 Penelitian yang menarik tersebut telah menunjukkan bahwa akar kecambah dapat ‘mendengarkan’ suara gemericik air.

Para peneliti menumbuhkan kecambah kacang ercis dalam pot yang berbentuk Y terbalik, sehingga akar memiliki ‘pilihan’ dua-arah.2 Misalnya, akar bertumbuh menuju tanah basah daripada ke tanah kering, atau mengarah kepada nampan berisi air daripada ke tanah kering. Hebatnya, ketika salah satu pilihannya adalah pipa tertutup yang ada air mengalir, akar bibit tumbuh ke arah itu daripada ke tanah yang kering.

“Tumbuhan tahu persis air ada di sana, bahkan jika yang dapat dideteksi hanya suara air yang mengalir di dalam pipa,” jelas peneliti utama Monica Gagliano.3 Dan dalam percobaan alternatif tanah basah, akar tanaman tumbuh ke arah itu daripada ke pipa yang kosong, mendorong para peneliti untuk menduga bahwa tanaman menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi air dari kejauhan, namun menuju kepada kelembaban aktual ketika lebih dekat.

Dr. Gagliano menjelaskan penelitian “mengindikasikan bahwa invasi pipa selokan oleh akar pohon mungkin didasarkan bahwa tanaman ‘mendengarkan’ air dan menunjukkan bahwa persepsi tumbuhan tentang lingkungannya jauh lebih besar dan jauh lebih kompleks daripada yang kita duga sebelumnya.”.1

Sebenarnya, Gagliano sendiri telah meneliti tentang jalur kemampuan sensorik tanaman selama beberapa waktu, walaupun ia juga seorang ahli biologi kelautan dan seorang musisi. Sebelumnya, dia telah menemukan bahwa akar jagung dengan nyata menekuk ke arah sumber suara tanpa putus (terutama pada frekuensi 200-300 Hz).4 Peneliti lain, juga, telah terdorong untuk meneliti “lingkungan akustik tanaman dan apa yang dapat didengar”5 (misalnya ulat bulu yang mengunyah,5 dan bahkan tanaman lain.6)

Dari mana kemampuan ‘pendengaran’ yang mengesankan itu berasal? Menurut Dr. Gagliano dan rekan-rekan kerjanya, ini tampaknya disebabkan oleh evolusi, seperti yang mereka tulis misalnya bahwa “Tanaman bergetar sesuai ritme logis evolusi.”4 Tetapi kompleksitas tanaman yang mengejutkan, dengan kapasitas sensor luar biasa ini yang baru sekarang dikenali oleh para ilmuwan setelah bertahun-tahun berupaya meneliti, menyatakan dengan tegas bahwa itu telah dirancang — pada Hari 3 Minggu Penciptaan (Kejadian 1:11–13). Alkitab mengidentifikasi Perancang ini sebagai Pencipta, Tuhan, dan Juruselamat kita, Yesus (Kolose 1:16).

Referensi dan catatan

  1. Study reveals plants ‘listen’ to find sources of water, news.uwa.edu.au, 11 April 2017. Kembali ke teks.
  2. Gagliano, M., and 3 others, Tuned in: plant roots use sound to locate water, Oecologia 184(1):151–160, 2017 | doi:10.1007/s00442-017-3862-z. Kembali ke teks.
  3. Zaraska, M., Can plants hear? Scientific American 317(1):20, July 2017 | doi:10.1038/scientificamerican0717-20. Kembali ke teks.
  4. Gagliano, M., Mancuso, S., and Robert, D., Towards understanding plant bioacoustics, Trends Plant Sci. 17:323–325, 2012. Kembali ke teks.
  5. Meissen, R., Hearing danger: predator vibrations trigger plant chemical defenses, decodingscience.missouri.edu, 1 July 2014. Kembali ke teks.
  6. Gagliano, M., and 4 others, Out of sight but not out of mind: Alternative means of communication in plants. PLoS ONE 7(5):e37382, 2012 | doi: 10.1371/journal.pone.0037382. Kembali ke teks.