Also Available in:
This article is from
Creation 35(1):24–27, January 2013

Browse our latest digital issue Subscribe

7 P dari Sejarah Injil #1.PENCIPTAAN

9548-CFK-7P-1-Penciptaan

Oleh
diterjemahkan oleh Dewi Lumbantoruan 

Pernahkah kamu berpikir bagaimana segala sesuatu yang ada di dunia ini terbentuk? Baiklah, di dalam Akiltab Allah mengatakan kepada kita bahwa Dia lah yang telah menjadikan segala sesuatu. Dia juga memilih menggunakan satu minggu penuh untuk melakukannya. Kita menyebut minggu ini “Minggu Penciptaan”, karena minggu ini melibatkan betul-betul enam hari berdasarkan rotasi bumi, ditambah satu hari beristirahat. Di dalam Kejadian pasal 1 kamu dapat membaca apa yang sebenarnya terjadi.

Hari 1

Pada mulanya, tidak ada apa-apa, tidak ada apa-apa sama sekali – selain Tuhan. Kemudian, Kejadian mengatakan: “Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi.” Bagaimana Tuhan melakukan ini? Dia melakukannya hanya dengan memerintahkannya untuk terjadi. Waw, sungguh Dia adalah Allah yang luar biasa – menciptakan segala sesuatu hanya dengan kekuatan dan kuasa FirmanNya!

Ketika Allah melakukan ini, sesuatu yang lain juga terjadi – waktu dimulai.

Selanjutnya, Allah menciptakan terang. “Allah berfiman, ‘Jadilah terang’; dan terang pun jadi” (Kejadian 1:3). Ini bukanlah matahari, karena Allah tidak menciptakan matahari hingga Hari IV. Allah dapat menciptakan terang tanpa matahari sebagai sumbernya. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa di surga tidak dibutuhkan lampu atau matahari “Karena Tuhan Allah akan menjadi terang mereka” (Wahyu 22:5).

Terang yang pertama ini membuat ‘pagi’ dan ‘petang’ ada pada bumi yang sedang berotasi. Jadi lamanya pagi dan petang yang pertama masing – masing sekitar 12 jam. Bukan periode waktu yang panjang, dan bukan milyaran tahun yang lalu.

Hari 2

Pada hari kedua Minggu Penciptaan, Allah melanjutkan pekerjaanNya mempersiapkan bumi supaya tumbuh-tumbuhan dapat tumbuh di dalamnya, dan hewan – hewan dan manusia dapat hidup di atasnya. Dia melakukannya dengan membuat atmosfer di sekeliling bumi. Atmosfer tersebut mengandung udara yang kita hirup. Udara tersebut tersusun dari oksigen, nitrogen, dan sejumlah kecil gas-gas lainnya, semuanya dalam campuran yang tepat untuk kamu hidup. Atmosfer juga mengandung uap air yang mengalami kondensasi membentuk awan-awan.

Semua ini terjadi karena Allah memerintahkannya untuk terjadi. Itu bukanlah hasil dari letusan vulkanik, atau alga hijau-biru yang menghasilkan oksigen selama jutaan tahun, atau apapun yang telah dikemukakan oleh para evolusionis.

Hari 3

Alkitab mengatakan bahwa ketika Allah menciptakan bumi, seluruh bumi tertutup air. Oleh karena itu, pada hari ketiga Minggu Penciptaan, Allah memerintahkan daratan muncul. Bagian dari dasar lautan tenggelam sehingga air menyurut dari darat. Bukit-bukit terbentuk di bumi, demikian juga dataran. Kita tidak tahu ada berapa benua dulunya. Mungkin hanya ada satu, karena Alkitab mengatakan “air dikumpulkan ke satu tempat” (Kejadian 1:9). Beberapa dari tujuh benua yang kita lihat sekarang ini mungkin terbentuk kemudian sebagai akibat dari banjir Nuh, ketika sekali lagi, untuk suatu ketika, seluruh bumi tertutup air.

Pada Hari III juga, Allah memerintahkan daratan untuk menghasilkan segala jenis tumbuh-tumbuhan. Ini termasuk tanaman dan biji-bijian dan buah dan pohon-pohonan yang akan dimakan oleh hewan-hewan daripada saling memakan satu sama lain. Juga padi-padian dan herba dan sayuran dan buah yang akan dimakan manusia. Dan segala jenis bunga yang cantik dan tanam – tanaman yang harum untuk kesenangan kita. Alkitab mengatakan Allah menciptakan setiap dari tumbuh-tumbuhan ini menurut jenisnya (Kejadian 1:11–12). Ini berarti tidak ada satu pun dari tumbuh-tumbuhan ini yang berevolusi dari sesuatu yang lain.

Hari 4

Pada Hari IV, Allah menciptakan matahari, bulan, dan planet-planet di tata surya kita, seperti halnya jutaan bintang di jutaan galaksi di alam semesta. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Allah membuat itu untuk kepentingan kita, “untuk memisahkan siang dari malam,” dan “untuk tanda-tanda dan musim-musim, dan untuk hari-hari dan tahun-tahun”, dan “untuk memberikan terang atas dunia” (Kejadian 1:14–18). Allah dapat melakukan semua ini hanya dengan memerintahkan itu semua untuk ada. Alasan lain Allah menciptakan itu semua adalah: “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mazmur 19:2).

Bintang-bintang tidak terbentuk selama jutaan tahun dari sebuah ledakan besar yang mana tidak ada yang secara sengaja meledak dan menjadi segala sesuatu. Kaum evolusionis, yang mengatakan ini, tidak dapat menjelaskan darimana semua energi untuk ledakan itu berasal. Juga tidak dapat menjelaskan bagaimana sebuah ledakan dapat menghasilkan semua desain yang kita lihat di alam semesta. Kamu tahu bahwa ledakan tidak pernah menghasilkan keteraturan, melainkan hanya suatu ketidakteraturan besar. Kaum evolusionis bahkan sama sekali tidak bisa mengatakan mengapa alam semesta ada.

Hari 5

Pada Hari V Allah telah membuat bumi siap untuk mendukung kehidupan. Selanjutnya, Allah memerintahkan lautan untuk dipenuhi dengan ikan, bersama dengan semua binatang lain yang hidup di air. Ini termasuk yang besar seperti paus dan plesiosaurus, dan yang kecil seperti krill (krustace yang berukuran sangat kecil) dan zoplankton. Allah juga menciptakan makhluk-makhluk yang terbang – burung-burung, kelelawar, lebah, dan pterosaurus-pada hari ini.

Kejadian pasal 1mengatakan bahwa Allah menciptakan setiap ikan dan burung “menurut jenisnya”, dan Dia memerintahkan mereka semua untuk “berkembangbiak dan bertambah banyak”. Ini berarti bahwa masing-masing membuat bayi binatang yang sama seperti dirinya sendiri. Tidak satupun dari mereka berevolusi dari sesuatu yang lain, dan tidak satupun dari mereka pernah berevolusi menjadi sesuatu yang lain.

Hari 6

Pada Hari VI, Allah memerintahkan bumi untuk “mengeluarkan”binatang-binatang darat. Ini termasuk semua yang sekarang kita sebut binatang jinak, seperti binatang-binatang peliharaan dan domba-domba dan sapi-sapimu. Juga semua binatang yang sekarang kita sebut binatang liar, seperti gajah dan harimau dan kangguru. Tidak satupun dari mereka liar saat itu, dan tidak satupun dari mereka saling memakan. Allah juga menjadikan binatang-binatang melata dan dinosaurus pada hari ini. Alkitab mengatakan bahwa Allah menjadikan semua hewan “menurut jenisnya”, dan kita sudah tahu apa artinya ini. Ketika dinosaurus bertelur, bayi dinosauruslah yang ditetaskan, bukan bayi burung.

Paling terakhir, Allah menjadikan manusia pertama – Adam dan Hawa. Dia menjadikan Adam dari debu tanah, dan kemudian Hawa dari tulang rusuk Adam. Allah menyuruh Adam dan Hawa untuk mempunyai anak supaya pada waktunya akan ada manusia di seluruh bumi (Kejadian 1:28). Ini berarti bahwa Allah lah yang menciptakan pernikahan sebagai persatuan dari seorang pria dan seorang wanita. Adalah tujuan Allah bahwa anak-anak harus dilahirkan melalui cara ini di dalam keluarga.

Adam dan Hawa adalah buyut, buyut, buyut … buyut, buyut, buyut … kakek-nenekmu. Mereka tidak berevolusi dari kera, jadi kamu juga tidak. Allah menciptakan Adam dan Hawa “di dalam rupa Nya”, maka kamu juga adalah “di dalam rupa Allah”. Ini berarti bahwa kamu bisa dipenuhi oleh Roh Kudus, dan kamu bisa berdoa kepada Allah secara langsung. Kamu bisa mengasihi dan menyembah Allah, dan kamu dapat mengalami kasih Allah kepadamu. Binatang-binatang tidak bisa melakukan satu pun dari hal-hal ini, karena Allah tidak menjadikan mereka di dalam rupa Nya.

Tuhan Yesus juga adalah keturunan dari Adam dan Hawa. Sebagaimana menjadi Anak Allah, Yesus juga menjadi seorang manusia, dan hidup tanpa dosa sebagai Allah-manusia yang sempurna. Kematian Nya di kayu salib membayar hukuman atas dosa kita, karena hanya seseorang yang adalah Allah sekaligus juga satu dari kitalah yang dapat melakukan ini.

Semua yang Allah hasilkan selama Minggu Penciptaan adalah indah dan sempurna untuk tujuan Allah. Tidak ada yang buruk atau jahat. Tidak ada kematian binatang maupun manusia. Tidak ada mutasi, tidak ada pergumulan untuk kehidupan, tidak ada yang ‘tidak pantas’.

9548-weekdays-indonesian

Hari 7

Darimana minggu tujuh-hari kita berasal?

Itu berasal langsung dari Allah. Allah menggunakan enam hari untuk menciptakan semua dan kemudian beristirahat pada hari ketujuh. Dia tidak lelah (kata Ibraninya berarti “berhenti”), tetapi Dia melakukan ini sebagai sebuah contoh untuk kebaikan kita. Dia memasukkannya ke dalam Sepuluh Perintah yang Dia berikan kepada bangsa Israel melalui Musa. Perintah Keempat menyuruh mereka untuk beristirahat satu dalam tujuh hari dari pekerjaan mereka, dan alasan yang diberikan adalah: “Karena di dalam enam hari Allah menciptakan langit dan bumi, laut, dan semua yang ada di dalamnya, dan beristirahat pada hari yang ketujuh” (Keluaran 20:8–11).

Yesus – Firman Allah

Semua yang terjadi selama Minggu Penciptaan terjadi karena perintah Allah, atau Firman Allah. Apakah kamu tahu bahwa salah satu gelar Tuhan Yesus Kristus adalah “Firman” (Yohanes 1:1–14)? Perjanjian Baru memberitahu kita bahwa Allah menjadikan alam semesta melalui Putra Nya, Yesus (Ibrani 1:2), dan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Yesus dan untuk Yesus (Yohanes 1:3Kolose 1:16).

Apakah kita terbuat dari debu bintang?

Kaum evolusionis mengatakan bahwa alam semesta dimulai dengan sebuah ledakan besar yang menghasilkan banyak sekali gas yang disebut hidrogen. Kemudian, mereka mengatakan bahwa hidrogen ini membentuk bintang-bintang. Kemudian, mereka mengatakan beberapa dari bintang-bintang ini meledak dan ini membentuk semua material penyusun benda-benda. Jadi mereka mengatakan bahwa semua yang ada di bumi terbuat dari material yang terbentuk di bintang-bintang tersebut, atau ‘debu bintang’. Tidak demikian! Allah memberitahu kita bahwa Dia menjadikan bumi, dengan lautan, dan udara yang kita butuhkan, dan tanam-tanaman yang tumbuh di tanah – semua sebelum Dia menjadikan satu bintang pun.

Apakah ada ledakan besar?

Kaum evolusionis suka mengatakan bahwa alam semesta dimulai dengan sebuah ledakan besar, milyaran tahun yang lalu. Namun mereka tidak dapat menjelaskan bagaimana tidak ada menjadi ada, membiarkan semuanya. Dan semuanya tanpa suatu sebab. Ataupun mengapa. Mereka telah menemukan material tak terlihat yang disebut ‘unsur gelap’ untuk memberikan cukup keseriusan untuk mencoba dan membuat ledakan besar tersebut ‘berhasil’. Dan kemudian mereka harus menemukan ‘energi gelap’ untuk memberikan cukup ‘dorongan’. Dengan berbeda, otoritas dan kekuatan firman Allah seperti dicatat di dalam Kejadian, adalah sebuah penjelasan yang jauh lebih baik mengenai bagaimana semuanya dimulai. Dan untuk mengapa …. itu adalah tujuan Allah untuk menyiapkan sebuah tempat bagi kita untuk hidup di dalam alam semesta Nya yang indah.

Apakah evolusi adalah sebuah fakta?

Kamu mungkin sudah mendengar kaum evolusionis mengatakan ini di program TV mereka atau membacanya di buku –buku mereka. Namun itu tidak benar. Jika kamu ingin mengatahui tentang sesuatu yang terjadi di masa lalu, satu-satunya cara adalah bertanya kepada seseorang yang ada disana dan melihat apa yang terjadi. Tidak seorang evolusionis pun ada di sana ketika alam semesta dimulai, tetapi Tuhan ada. Jadi Dia adalah seorang saksi mata. Faktanya, Dia menciptakan semuanya. Kamu bisa membaca apa yang Allah katakan Dia lakukan, dan bagaimana Dia melakukannya, di dalam Kejadian pasal 1. Dan alam semesta bukanlah milyaran tahun. Alkitab menjelaskan bahwa seluruh ciptaan hanyalah sekitar 6.000 tahun.

Pandangan mana yang benar?

Meskipun kaum evolusionis membuat klaim-klaim yang keras, mereka tidak mempunyai jawaban untuk masalah-masalah mereka sendiri. Laporan di dalam Alkitab adalah penjelasan yang jauh lebih baik tentang bagaimana dan mengapa semuanya terjadi. Jika kamu percaya Allah, kamu akan menemukan, sebanyak yang para ilmuwan temukan, bahwa firman Allah, Alkitab, memberitahu kita fakta-fakta yang benar.

9548-footer